Berita unik | inspiratif | menarik | sejuk dihati :)

KISAH MASA KECIL SOEKARNO



SUKARNO

Atau yang lebih akrab di panggil Bung Karno orang yang pintar, pandai, cerdik, cerdas… dan kata lain yang menggambarkan betapa tingginya tingkat intelegensianya. Melihat rentetan 26 gelar doktor honoris causa yang ia terima sepanjang hidupnya… membaca karya-karya tulisnya… mendengar pidato-pidatonya…

Tapi taukah Anda ternya Soekarno atau yang lebih sering di sapa dengan Bung Karno ternyata di masa kecilnya terkenal sebagai anak yang bandel dan tidak pintar,



Soekarno sang proklamator negara Indonesia yang di kagumi seluruh dunia ini dulunya bernama Koesno Sosrodihardjo. Beliau lahir di Blitar, Jawa Timur, tagal 6 juni 1901. Sejak umur 3 tahun Koesno dititipkan ke rumah kakek-neneknya di Tulungagung, Jawa Timur. Sang kakek, Raden Hardjodikromo secara ekonomi tidak bisa dibilang mampu, tetapi masyarakat Tulungagung begitu menghormatinya.

Bukan saja karena ia memiliki kemampuan menyembuhkan berbagai penyakit berkat laku-tirakat khas masyarakat Kejawen. Lebih dari itu, dalam menjalani kehidupan sosial, tampak Hardjodikromo muncul sebagai pinisepuh yang tuntas dalam menjalani laku batinnya. Ia gemar sekali menolong sesama. Jika tidak dengan kemampuannya mengobati orang sakit tanpa pamrih, maka ia gemar berbagi petuah dan pitutur yang berguna bagi sesama.


Sa'at itu Koesno datang dalam keadaan kurus-kering. Dan karena sering sakit sakitan sa'at umur 5 tahun, namanya di ganti menjadi Soekarno oleh ayahnya. Setelah “disuwuk” sang kakek, Koesno menjadi bagas-waras. Lincah dan gesit sebagai anak-anak. Di bawah asuhan sang kakek yang begitu memanjakannya, Koesno hadir sebagai anak kecil yang bengal, bandel, dan tidak pintar di sekolah.


Dari usia lima tahun, Koesno sudah disegani kawan-kawannya bermain. Bukan lantaran sifatnya yang nekad menantang maut, tetapi karakter bersahabat yang tulus yang memancar dari sorot matanya yang begitu indah berpendar-pendar. Tak jarang, ketika Koesno dan teman-temannya bermain panjat pohon, Koesno dengan lincah dan gesit segera merangsek ke dahan paling atas. Dahan terkecil yang begitu ringkih dan bisa menghempaskannya ke tanah sewaktu-waktu.

Jika Koesno sudah berada di pucuk pohon, teman-temannya hanya bisa melongo…. Tidak paham dengan keberanian Koesno yang melampaui batas kenekatan seorang anak seusianya.

Di sekolah? Ah… jangan tanya. Gurunya sering dibuatnya kesal. Koesno jarang sekali menyimak pelajaran. Ia asyik melamun atau menggambar. Temasuk, manakala satu per satu anak diminta ke papan tulis menuliskan soal yang ditanyakan guru, Koesno paling beda. Bukan huruf demi huruf yang ia ukir di papan, melainkan gambar tokoh pewayangan yang begitu dikaguminya: Bima atau Wrekodara. Lengkap dengan kuku pancanaka, gelung sinupiturang yang angker, dan matanya yang bulat tajam.hahaha beneran ini kawan blitari



artikel ini saya dapat dari apasih.com. 

oke sekian dulu sharing2 artikelnya..Tunggu lagi postingan terupdate dari blitari sob...
jangan lupa tinggalkan komentarnya di bawah sini...

 

KISAH MASA KECIL SOEKARNO Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Abang Blitari

6 komentar:

  1. artikel yang bagus sekali sob, aku suka

    #Salam sejahtera..

    ReplyDelete
  2. info yang bagus gan untuk melengkapi sejarah...beliau adalah Presiden vaforitku...kalau biliau pidato tanggal 17 Agustus aku sering datang dengerin lansung didepan istana...karena dulu jarang yang punya Radio malah TV belum ada...nostalgia sob...

    ReplyDelete
  3. terimakasih gan..
    wah berarti agan dulu sempet dengerin pidato bung karno langsung?? luar binasa..wkwk :D

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar Anda,
Berkomentarlah yang bijak sesuai artikel dan jangan menyertakan link dalam komentar, saya akan membalas komentar di blog kawan..
Terimakasih..